SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MTS MA RONGGOWARSITO TEGALSARI

sejarah mts ma ronggowarsito tegalsari


SEJARAH BERDIRINYA SEKOLAH
GAMBAR KEADAAN
1.      GEOGRAFI
“TEGALSARI” adalah sebuah desa yang termasuk wilayah kecamatan jetis, kabupaten ponorogo, provinsi jawa timur dimana sebuah pndok pesantren tertua di ponorogo didirikan. Karena ia mempunyai sejarah yang tidak dilupakan, maka diabadikanlah nama tegalsari tersebut menjadi nama sebuah pondok pesantren yang lengkapnya disebut dengan pondok pesantren tegalsari.
Desa tersebut terletak disebelah tenggara ibu kota kabupaten dengan jarak 10 Km atau sebelah timur ibu kota kecamatan jetis dengan jarak 1km.
Konon desa tersebut disamping itu jug mempunyai riwayat tersendiri, karena duluny merupakan sebuah desa kemerdikan ( dari kata-kataa merdika ) yakni bebas dari segala peraturan pemerintah pusat tetapi langsung dibawah kekuasaan kerajaan pakubuwono kerajaan Surakarta dan baru menjadi desa krajan yakni berlaku peraturan – peraturan pemerintah sebagaimana desa-desa lainya setelah 1960.

2.      PENDUDUK DESA
Desa tegalsari memiliki areal tanah seluas 201,140- hektar dengan perincian sawah seluas 220,142,220 hektar dan tanah pekarangan seluas 59,140. Dan disana tinggal 1540 orang penduduk, mereka semuanya yakni pemeluk agama islam.

3.      KEHIDUPAN MASYARAKAT
Dari jumlah penduduk desa tersebut pada umumnya berkehidupan sehari-hari sebagai petani dan buruh tani. Kalau toh ada lainya seperti pegawai negeri, ABRI, Pegawai swasta, pedagan dan lain-lainya itu hanya sebagaian kecil saja. Dan dengan latar penghidupn demikian itu pada umunya kehidupan masyarakat kelihatan rukun, dami, tentram dan bahagia karena mereka dapat menjalankan agama dengan penuh kesadaran disertai bekal yang cukup.

4.      PENDIDIKAN AGAMA
Walaupun didesa ini telah lama berdiri pondok pesantren , namun diakui bahwa pendidikan agam kurang pesat perkembanganya kalau dibandingkan dengan lembaga-lembaga pendidikan lainya seperti pondok modern Gontor, PPWS.Ngabar, pondok joresan dan lain-lainya karena kemungkinan disebabkan kurang adanya perhatian dari ulama dan terutama dari keturunan pendiri pondok pesantren tegalsari demi masa depan pondok pesantren tersebut.
Sebetulnya sudah seringkali ada usaha untuk kebangkitan pondok pesantren tersebut, tetapi usaha-usaha tersebut ternyata kurang begitu berhasil, sebab hanya berjalan  atau bertahan beberapaa saat saja atau paling lama hanya 1 priode saja, misalnya
a.       Pada tahun sekitar 1925 an pondok pesantren tegalsari mengalami kejayaan sewaktu dipimpin oleh kyai Mohammad Djaelani Almarhum dan Kyai Mohammad Badjuri Almarhum, dan kejayaan ini tidak bias berlangsung.
b.      Pada Tahun 1932 Kyai Muhammad Iskandar juga berusaha untuk membangkitkan pondok pesantren tersebut, yang lambat laun dapat berjalan dengan baik malah pernah juga mengalami kejayaan sewaktu bliau pimpin bersama-sama Kyai imam syubani pada tahun 1947. Banyak siswa/santri yang berdatangan dari luar ponorogo sehingga pada saat itu betul-betul tegalsari kelihatan berfungsi. Tapi usaha ini lama –kelamaan mengalami kemunduran bahkan mengalami kemunduran sama sekali ang akhirnya sekolahan yang teah didirikan pada saat jaya-jayanya itu menjadi kosong.
c.       Pada tahun 1967 pernah juga didirikan sebuah lemabaga pendidikan yang dirintis oleh Nadlotul Ulama MWC, Jetis yang bernama  “ Pendidikan Guru Agama Ronggo Warsito “ atau PGA Ronggo Warsito yang mengalami kemajuan yang sangat pesat. Tetapi karenaa masyarakat desa tegalsari tidak dapat menyediakan fasilitas tanah pergedungan, maka PGA tersebut lalu dipindahkan ke Karanggebang, yang kemudian dinegerikan pada tahun 1971 menjadi PGAN 6
Tahun jetis ponorogo. Dan akhirnya di pindahkan ke kota ponorogo sampai dengan sekarang ykni PGAN. Yang ad di ponorogo (satu-satunya ini ).             


PENDIRI PONDOK PESANTREN TEGALSARI

1.      TAHUN DIDIRIKANYA
Menurut riwayat Pondok Pesantren Tegalsari berdiri sejak abad ke 17 masehi. Namun karena ada document yang dapat dipakai sebagai pegangan yang pasti, maka dalam penulisan sejarah ini tidak dapat lengkap sebagaimana yang di harapkan.
Adapun yang dapat dicatat dari penulisan mengenai didirikannya Pondok Pesantren Tegalsari ini adalah dicatatn atau tulisan pada  batu nisan, disana tertulis wafatnya pendiri PP tersebut pada tahun 1671 Masehi. Dan catatan ini juga telah ditanyakan kepada mereka- mereka yang telah banyak dapat menceritaakan tentang kehidupan almarhum.

2.      PENDIRI PONDOK PESANTREN TEGALSARI
Sudah menjadi pengakuan umum bahwa pondok pesantren tegalsari didirikan oleh seorang ulama’ besar kelahiran desa kuncen caruban madiun, bliau seorang santri/siswa yang telah berhasil dalam menuntut ilmu pada kyai DONOPURO ( pondok pesantren disebelah barat desa tegalsari ) . Bliau ini adalah yang namanya KYAI AGENG MOHAMMAD BESARI yang bersama dengan adik kandungnya yang bernama KYAI NOER SHODIQ  nyantri/ berguru kepada KYAI DONOPURO dalam waktu beberapa lama sehingga berhasil mendapatkan ilmu-ilmu pengetahuan baik agama maupun penegetahuan lainya. Dan atas keberhasilanya bliau inilah maka bliau mendapatkan izin dari gurunya untuk membuka sebuah pondok pesantren disebelah timur sungai keyang yakni “ PONDOK PESANTREN TEGALSARI “.
Sejak berdirinya  pondok pesantren tegalsari pada saat itulah banyak orang berdatangn dari berbagai penjuru,  mereka mengagumi kehebatan kyai ageng mohammad besari dan tidak segan – segan menitipkan anak-anaknya supaya ikut menyantri ( berguru ) disana.
Didalam memberikan pelajaran kepada santri santri bliau dibantu oleh putra putri bliau dan santri santri bliau yang sudah mampu membantu bliau, sehingga pada saat itu kyai ageng mohammad besari betul-betul berhasildalam memimpin pondok pesantrennya.
Dan sebagai pusat pendidikanya pada saat itu bliau mendirikan sebuah masjid yang akhirnya masjid tersbut nantinya  dipindahkan ke desa coper.
Setelah wafat kyai ageng mohammad besari, pimpinan pondok pesantren selanjutnya dipegang oleh putera beliau yang bernama “ KYAI ILYAS “ . dan dalam kepemimpinan
Kyai ilyas ini tidak ada keistimewaan bagi perkembangan pondok pesantren.
Ketika kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya yang bernama KYAI HASAN BESARI pondok ini betul-betul mengalami kemajuan yang sangat pesat, karena disamping siwa/santrinya yang banyak yaitu samapai mencapai 10.000 siswa, bliau juga dapat mengembangkan dakwahnya kedesa-desa sekitar desa tegalsari, sehingga dengan keberhasilan bliau ini masyarakat dapat merasakan manfaaatnya, karena pada saat itu syareat islam dapat dijalankan dengan sabaik-baiknya atas kesadaran masyarakat itu sendiri. Mereka merasa aman , tentram dan penuh kebahagiaan lahir batin berkat ajaran islam yang dapat dihayati dan dilakasanakannya.
Konon terpetiklah berita bahwa dengan adanya syariat islam yang dapat tersebar di tegalsari dan sekitarnya itu di dengar oleh kerajaan kartosuro, maka timbullah kecurigaan dari pihak keratin yang berkuasa pada saat itu. Karena dikhawatirkan dengan adanya pondok pesantren tegalsari nanti akan menjatuhkan dan menandingi kewibawaan keratin Surakarta. Maka bertindaklah sang susuhan Surakarta dengan memmanngil kyai hasan besari ke Surakarta untuk mempertanggungjawabkan semuanya itu.
Tetapi karena sang kyai hasan besari mengajar dan menyiarkan agama islam untuk li ilahi kalimatillah dan tidak ada niatan sebagaimana yang digambarkan dan yang dicurigakan olek pihak kasusuhan, maka lepaslah bliau dari segala tuduhan dan fitnahan namun setelah mengalami berbagai integrasi , pemeriksaan yang cermat bahkan hukuman juga dari susuhanan.
Kemudian sebagai rasa haru dan penyesalan sang susuhan atas tindakan terhadap orang yang bersalah ini, maka bliau berkenan mengambil menantu kyai hasan besari untuk dinikahkan dengan puteri dalemyang bernama “ raden ayu retno dumirah “ dan bersamaan itu pula sang susuhan berkenan menghadiahkan sawah dan pekarangan milik kerajaan Surakarta yang berada di tegalsari, yang selanjutnya seluas tanah tersebut menjadi hak milik kyai hasan besari sekeluarga sebagai tanah kemerdikan yakni bebas dari pajak dan peraturan- peraturan pemerintah pusat lainya. Karena langsung dibawah pengawasan kraton Surakarta. Dan akhirnya tanah tersebut sampai dengan sekarang menjadi sumber sumber penghidupan cucu, canggah, cicit dan masyarakat desa tegalsari.
Pada priode ini pula adalah seorang keturunan keraton Surakarta yang bernama “ BAGUS BURHAN putra TUMENGGUNG YOSODIPURO “ berkenan menyantri/ berguru kepada bliau. Dan setelah berhasil dan mendapatkan ilmu yang banyak maka bagus burhan ikut menyebarluaskan ilmu-ilmu agama serta wejangan-wejanganya yang dengan ajaran-ajaranya bliau mendapat julukan “ Raden Mas NGABEI RONGGO WARSITO “ seorang pujangga besar yang wjangan/ ajaranya sudah banyak terkenal diseluruh pulau jawa.

3.      TUJUAN PENDIRIAN PONDOK PESANTREN TEGALSARI
Sebagaimana telah di maklumi bahwa pondok pesantren tegalsari adalah suatu pondok bilangan tertua di daerah ponorogo dan sekitarnya. Dengan adanya pondok pesantren tersebut terbuktilah bagi seluruh umat manusia terutama kaum muslimin akan pentingnya ajaran agama bagi kepentingan hidupnya yaitu untuk kesejahteraan dan kebahagiaan masa depan mereka. Ajaran islam dapat mudah diterima dan di amalkan serta didalami lewat pendidikan pondok pesantren. Karena pada saat itu pondok pesantrenlah yang cocok untuk lembaga pendidikan tersebut, maka didirikanlah pondok pesantren tegalsari untuk mendidik santri-santri menjadi orang tangguh , berpengetahuan luas, berkwalitas tinggi dalam iman dan taqwa.
Dalam hal ini peranan kyai memang betul-betul dapat dirasakan dalam kehidupan pesantren. Karena bliau orang yang alim, wira’I mempunyai charisma yang tinggi serta penuh dedikasi dalam pendidikan serta teladan yang baik terhadap santri-santri.bliau bekerja mengajar hanya semata-mata mencari ridhlo Allah SAW. Bukan karena gaji, pangkat dan bukan pengaruh-pengaruh keduniayaan lainya.
Jadi dengan didirikanya pondok pesantren ini hanyalah semata-mata atas tanggung jawab moril terhdap allah dan mahluknya, yaitu untuk menyebar luaskan perintah allahdalam menghilangkan kebodohan untuk menuju kepada masyarakat yang betul betul mengetahuai serta merasabertanggung jawab sebagai hamba-hamba Allah.

PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN TEGALSARI

·         Lembaga Pendidikan yang ada :
Pada saat penulisan sejarah ini yakni tahun 1985, di pondok pesantren tegalsari terdapat 4 lembaga pendidikanyang dikelola oleh sebuah pengurus dan pelaksanaanya ditangani masing-masing lembaga.
Keempat lembaga tersebut ialah :
a.       Pondok pesantren
b.      Madrasah Tsanawiyah
c.       Madrasah Aliyah
d.      Masjid Jami’
Adapun kepengurusan di maksud terdiri atas :
1.      Kyai Moh. Poernomo                                : penasehat
2.      Kyai Komari                                             : Penasehat
3.      H. Moh. Damanhuri                                  : Ketua
4.      Mudjab Ichsan                                          : Sekretaris
5.      H. Ali Syuaeb                                           : Bendahara
Dan tugas kepengurusan ini adalah untuk mengurusi sebagai coordinator lembaga-lembaga yang ada dengan di bantu oleh seksi-seksi serta pembantu-pembantu lainya.
Sedangkan lembag lembaga yang di maksud adalah :
1.      PONDOK PESANTREN
1.      Ky. M. Poernomo                               : Pengasuh
2.      Ky. Komari                                         : Wk. Pengasuh
3.      Mudjab Ichsan                                    : Ketua
4.      Djumeno BA                                       : Sekretaris
5.      Muhtadi                                              : Bendahara

2.      MADRASAH TSANAWIYAH
1.      Djumeno BA                                       : Kepala Sekolah
2.      Munawwar Kholil                               :Wkil Kepala Sekolah
3.      Dibaantu TU dan setaf-setafnya

3.      MADRASAH ALIYAH RONGGOWARSITO
1.      Drs. Ahmad Daini                               : Kepala Sekolah
2.      M. Jahid                                              : Wakil Kepala Sekolah
3.      Di bantu TU dan Staf-stafnya

4.      MASJID JAMI’ TEGALSARI
1.      Ky. M. Poernomo                               : Ketua
2.      Ky. Komari                                        : Wakil Ketua
3.      Sdr . Tohari                                         : Pembantu 1
4.      Sdr. Samidi                                         : Pembantu 2
5.      Sdr. Istiyono                                                   : Pembantu 3
6.      Sdr. Jamzuri                                        : pembantu 4
Perlu ditambahkan disini bahwa susunan kepengurusan tersebut diatas bermula atas dasar hasil musyawaroh tokoh-tokoh masyarakat desa tegalsari pada tanggal 25-3-1997 yang terdiri dari berbagai unsure tokoh  masyarakat , di mana dalam musyawaroh tersebut mencetuskan suatu gagasan berdirinya “YAYASAN” atau “LEMBAGA PENDIDIKAN “ di desa tegalsari. Diantara tokoh –tokoh yang hadir pada waktu  itu adalah :
1.      Kyai Poernomo                                                     : Ulama ( tokoh Ulama )
2.      H. Damanhuri                                                        : ulama dan aghniya
3.      H. Rosidi                                                               : ulama dan aghniya
4.      H. Ali Syuaeb                                                        : Ulama dan aghniya
5.      R. Hartawan                                                          : Cendikiawan / Keturunan
6.      Moh. Marsudi                                                        : Tokoh Masyarakat
7.      Ahmad daini                                                         : Guru Agama Negeri
8.      Abdul Rohman                                                      : Guru Agama Swasta
9.      Asmu’i Dawud                                                      : Guru Agama Swasta
10.  Djumeno BA                                                         : Guru Agama Negeri
11.  Ibu Hasanun                                                          : Aghniya
12.   Mudjab Ichsan                                                     : Umum
Maka dengan adanya gagasan tersebut terwujudlah apa yang mereka cita – citakan itu. Sebab setelah beberapa saat kemudian diadakan pertemuan-pertemuan lantas akhirnya dapat disetujui berdirinya “madrasah Tsanawiyah “ dan diberi nama “ Madrasah tsanawiyah  pembangunan “ dan  resmi di buka tahun ajaran 1978-1979. Dan kemudian perkembanganya tahu demi tahun sampai dengan saat ini lembaga pendidikan tersebut selalu mengalami kemajuan.






Related Posts:

0 Response to "sejarah mts ma ronggowarsito tegalsari"

Posting Komentar